Untuk memastikan perlindungan para pengusaha dan pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), para pengusaha dan pengelola dapur MBG bersepakat membentuk lembaga.
Lembaga tersebut dinamai Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI).
Dengan lembaga ini mereka dapat didampingi secara profesional dan diperkuat kapasitasnya agar mampu menjalankan tanggung jawab besar ini dengan aman, akuntabel, dan berkelanjutan.
Pembentukan asosiasi ini menjadi penanda penting hadirnya sebuah organisasi profesi yang secara khusus dibentuk untuk memperkuat fondasi Program MBG sebagai kebijakan strategis nasional.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras mengatakan, APPMBGI sudah terbentuk sejak Juli 2025, namun di Oktober 2025 kepengurusannya baru distrukturkan.
Ia menambahkan, asosiasi ini mempertemukan pengusaha dan pengelola dapur MBG.
“Pengusahanya itu bisa sebagai investor, kontraktor, supplier, rantai pasoknya ada di situ. Jadi kita ini ekosistemnya MBG,” kata Rivai di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2025).
Pembentukan asosiasi, lanjut Rivai, berangkat dari kesadaran kolektif akan posisi para pengusaha dan pengelola dapur MBG yang selama ini berada di titik paling rentan dalam keseluruhan rantai kebijakan.
“Mereka adalah aktor yang bekerja paling dekat dengan masyarakat dan penerima manfaat, sekaligus menjadi pihak yang pertama kali berhadapan dengan konsekuensi ketika terjadi persoalan dalam pelaksanaan program,” ujarnya.
Rivai menambahkan, kondisi ini tidak sehat dan berisiko menggerus keberlanjutan Program MBG.
Tanpa sistem perlindungan, pendampingan, dan standar kerja yang jelas serta konsisten, para pengelola dapur akan terus berada dalam posisi yang rentan.
Rivai menegaskan, pengusaha dan pengelola dapur MBG bukan sekadar pelaksana teknis di lapangan. Mereka adalah inti dan jantung dari seluruh ekosistem Program MBG.
Dari dapur-dapur inilah kualitas gizi anak-anak Indonesia ditentukan, keamanan pangan dijaga, disiplin sanitasi ditegakkan, dan kepercayaan publik.
Karena itu, APPMBGI berkomitmen untuk menjadi mitra strategis Pemerintah dalam mensukseskan visi pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam agenda Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045.
“Dengan kehadiran APPMBGI, kami ingin menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak ditentukan oleh kebijakan di atas kertas semata, melainkan oleh kekuatan fondasi paling dasarnya, yaitu para pengusaha dan pengelola dapur yang bekerja setiap hari demi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Rivai.
Di kesempatan ini APPMBGI juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan sejumlah perusahaan penyedia logistik, infrastruktur dan bahan pangan serta meluncurkan hasil survei terkait kepuasaan pengelola dan penerima manfaat MBG.
